Senin, 08 Juni 2015

Asmil !!

"Asmil, Duduk !! Kerjakan tugasmu !! "

Gertakan itu keluar dari mulut gue ditengah - tengah jam pelajaran, bocah itu membuat gue geram sedari tadi, entah apa yang ada di benaknya, keluar masuk ruangan kelas, mencolek teman disebelahnya, sambil sesekali bergumam dengan gerakan tidak jelas. untungnya gue salah seorang guru yang sabar disekolah itu, sebisa mungkin gue berusaha untuk tidak berlaku kasar kepada anak didik gue, karena gue tau kekerasan gak akan membuahkan apa- apa.

"Iya mam.. " jawaban singkat yang sudah puluhan kali kudengar dari mulutnya satu jam terakhir, dia tersenyum dan meyembunyikan wajahnya dibalik gorden yang menutupi jendela, gerakan itu adalah gerakan refleks yang sering dia lakukan, dengan cepat dia akan menarik ujung gorden dan menyembunyikan wajahnya dibalik benda itu setiap kali gue marah !!

" Mam Hukum saja dia, sudah anak cleaning service banyak gaya lagi !!"
Seorang bocah yang juga sahabatnya angkat bicara dengan nada sedikit marah.

"Huss !! Rangga , nggak boleh ngomong gitu !! "

Gue tahu bocah ini gak bermaksud mengejek hanya saja dia sudah merasa terganggu sedari tadi, dan yang membuat gue terngangah adalah sikap asmil yang biasa saja dengan hal itu, dia tersenyum ikhlas dengan ejekan sahabatnya. Memang benar ibu Asmil adalah salah seorang cleaning service di sekolah kami, walaupun begitu Gue gak pernah membeda-bedakan siswa gue, apapun latar belakang mereka, apapun profesi orang tua mereka, apapun agama mereka, bagi gue mereka semua sama.

55  menit sudah waktu berlalu, gue berdiri dan memeriksa tugas yang mereka kerjakan, semuanya lumayan hingga gue berhenti pada satu meja yang kertas jawabannya berisi coretan gak jelas, dari total 20 nomor tugas hanya sekitar 4 atau 5 soal yang ia kerjakan, sisanya coretan2 , tulisa2 gak jelas, dan benar saja pemilik kertas jawaban itu adalah Asmil, gue mulai naik pitam,

"Asmil, Apa ini? " Gue memperlihatkan kertas jawabannya, dia menunduk tidak menjawab,
" Sekarang ikut sm mam " Gue berjalan ketempat duduk gue, dia mengikuti dari belakang, gue kemudian menyuruhnya mengambil kursi dan duduk tepat disamping kanan gue, dia berjalan kembali ketempat duduknya, semua mata yang ada di kelas tertuju pada wajahnya, dia kembali memebenamkan wajahnya di balik gorden sebelum berjalan kearah gue

" duduk sini !! Tugasmu kerja sekarang, 10 menit harus selesai, kalau tidak jangan harap kamu naik kelas " Nada bicara gue sedikit tinggi kala itu, dia menunduk sambil mengangguk, kemudian mengerjakan tugas itu dengan tenang.

Lima menit kemudian, waktu mengajar sudah habis, semua kertas jawaban dikumpulkan , semua siswa mengerjakan dengan wajah puas kecuali bocah yang sedari tadi berkeringat disebelah gue, sejauh ini rupanya dia hanya mengerjakan sembilan soal, mau tidak mau dia harus puas dengan nilainya yang gue tahu gak akan lebih dari 50.

Dua hari kemudian gue kembali harus ngajar kelas tersebut, namun alangkah kagetnya gue mendengar kabar bahwa siswa hiper aktif dikelas gue itu telah meninggal dua beberapa jam yang lalu karena demam berdarah, Gue shock , badan gue gemetar, gue gak percaya , Bocah itu meninggalkan kami sekarang tidak ada lagi senyumnya yang selalu kami lhat, tidak ada lagi kejahilannya yang rupanya kami rindukan, tidak ada lagi wajah yang selalu bersembunyi di balik gorden kelas.

Selamat jalan Asmil Rahmat, gue akan selalu merindukan saat-saat memarahimu, gue akan selalu ingat senyummu, juga gerakan tidak jelasmu didalam kelas. bahkan wajah merahmu setelah keluar dari balik gorden,

Hari ini tepat 3 minggu kepergianmu dan entah kenapa gue gak pernah  lupa menyebutkan namamu ketika mengabsen, gue selalu merasa kamu duduk manis di tempat dudukmu yang sekarang kososng, juga kertas jawabanmu yang bernilai 40 masih tersimpan rapi dimeja kerja gue !!

Selamat jalan adikku Berisitirahatlah yang tenang disana, kami selalu merindukanmu !!