selamat pagi mas?
Hari ini jumat yang cerah di kotaku, bgaimana dengan kotamu ??
Biasanya jam segini mas baru pulang latihan bela diri, lalu mandi dan bersiap sholat jumat, apa kebiasaan itu masih sama mas ??
Kamis, 27 Agustus 2015
Senin, 24 Agustus 2015
assalamualaikum mas, catatan ini aku tulis buat kamu lagi setelah berhari -hari kuurungkan niat akhirnya keinginan konyol ini tertuang di blog ini sekarang.
apa kabar mas disana? lagi apa? apa mas masih sibuk dengan orang - orang di ujung timur negeri ini? atau mas sedang mengemban tugas yang lebih berat lagi, ataukah mas justru sedang tertawa bersama orang yang mas cintai sekarang ?? entahlah mas aku hanya bisa menerka seperti saat ini juga hari- hari lain.
mas aku sudah membulatkan tekad untuk melupakan mas sejak setahun yang lalu tapi aku belum sepenuhnya bisa, mas masih saja terus ada dan hidup di ingatanku bahkan ketika aku berusaha menolak atau berusaha kuisi hatiku dengan yang lain tetap saja mas yang terlintas.
mas maaf untuk catatan ini, maaf kalau aku harus menulis lagi, meski mungkin gak akan mas baca, dan entah kenapa sekarang aku minta maaf, aahhh sudahlah mungkin ada yang koslet di kepalaku
Mas selamat ulang tahun, aku terlamabat menulis kan tapi aku yakin aku masih orang pertama yang mengucapkan selamat meski mungkin tak mas dengarkan langsung dari bibirku.
semoga keberkahan selalu melingkupi mas disana, sehat terus mas, jangan terlalu sibuk demi kebahagiaan orang lain sebab mas juga harus bahagia.
aku merindukan mas :)
apa kabar mas disana? lagi apa? apa mas masih sibuk dengan orang - orang di ujung timur negeri ini? atau mas sedang mengemban tugas yang lebih berat lagi, ataukah mas justru sedang tertawa bersama orang yang mas cintai sekarang ?? entahlah mas aku hanya bisa menerka seperti saat ini juga hari- hari lain.
mas aku sudah membulatkan tekad untuk melupakan mas sejak setahun yang lalu tapi aku belum sepenuhnya bisa, mas masih saja terus ada dan hidup di ingatanku bahkan ketika aku berusaha menolak atau berusaha kuisi hatiku dengan yang lain tetap saja mas yang terlintas.
mas maaf untuk catatan ini, maaf kalau aku harus menulis lagi, meski mungkin gak akan mas baca, dan entah kenapa sekarang aku minta maaf, aahhh sudahlah mungkin ada yang koslet di kepalaku
Mas selamat ulang tahun, aku terlamabat menulis kan tapi aku yakin aku masih orang pertama yang mengucapkan selamat meski mungkin tak mas dengarkan langsung dari bibirku.
semoga keberkahan selalu melingkupi mas disana, sehat terus mas, jangan terlalu sibuk demi kebahagiaan orang lain sebab mas juga harus bahagia.
aku merindukan mas :)
Senin, 08 Juni 2015
Asmil !!
"Asmil, Duduk !! Kerjakan tugasmu !! "
Gertakan itu keluar dari mulut gue ditengah - tengah jam pelajaran, bocah itu membuat gue geram sedari tadi, entah apa yang ada di benaknya, keluar masuk ruangan kelas, mencolek teman disebelahnya, sambil sesekali bergumam dengan gerakan tidak jelas. untungnya gue salah seorang guru yang sabar disekolah itu, sebisa mungkin gue berusaha untuk tidak berlaku kasar kepada anak didik gue, karena gue tau kekerasan gak akan membuahkan apa- apa.
"Iya mam.. " jawaban singkat yang sudah puluhan kali kudengar dari mulutnya satu jam terakhir, dia tersenyum dan meyembunyikan wajahnya dibalik gorden yang menutupi jendela, gerakan itu adalah gerakan refleks yang sering dia lakukan, dengan cepat dia akan menarik ujung gorden dan menyembunyikan wajahnya dibalik benda itu setiap kali gue marah !!
" Mam Hukum saja dia, sudah anak cleaning service banyak gaya lagi !!"
Seorang bocah yang juga sahabatnya angkat bicara dengan nada sedikit marah.
"Huss !! Rangga , nggak boleh ngomong gitu !! "
Gue tahu bocah ini gak bermaksud mengejek hanya saja dia sudah merasa terganggu sedari tadi, dan yang membuat gue terngangah adalah sikap asmil yang biasa saja dengan hal itu, dia tersenyum ikhlas dengan ejekan sahabatnya. Memang benar ibu Asmil adalah salah seorang cleaning service di sekolah kami, walaupun begitu Gue gak pernah membeda-bedakan siswa gue, apapun latar belakang mereka, apapun profesi orang tua mereka, apapun agama mereka, bagi gue mereka semua sama.
55 menit sudah waktu berlalu, gue berdiri dan memeriksa tugas yang mereka kerjakan, semuanya lumayan hingga gue berhenti pada satu meja yang kertas jawabannya berisi coretan gak jelas, dari total 20 nomor tugas hanya sekitar 4 atau 5 soal yang ia kerjakan, sisanya coretan2 , tulisa2 gak jelas, dan benar saja pemilik kertas jawaban itu adalah Asmil, gue mulai naik pitam,
"Asmil, Apa ini? " Gue memperlihatkan kertas jawabannya, dia menunduk tidak menjawab,
" Sekarang ikut sm mam " Gue berjalan ketempat duduk gue, dia mengikuti dari belakang, gue kemudian menyuruhnya mengambil kursi dan duduk tepat disamping kanan gue, dia berjalan kembali ketempat duduknya, semua mata yang ada di kelas tertuju pada wajahnya, dia kembali memebenamkan wajahnya di balik gorden sebelum berjalan kearah gue
" duduk sini !! Tugasmu kerja sekarang, 10 menit harus selesai, kalau tidak jangan harap kamu naik kelas " Nada bicara gue sedikit tinggi kala itu, dia menunduk sambil mengangguk, kemudian mengerjakan tugas itu dengan tenang.
Lima menit kemudian, waktu mengajar sudah habis, semua kertas jawaban dikumpulkan , semua siswa mengerjakan dengan wajah puas kecuali bocah yang sedari tadi berkeringat disebelah gue, sejauh ini rupanya dia hanya mengerjakan sembilan soal, mau tidak mau dia harus puas dengan nilainya yang gue tahu gak akan lebih dari 50.
Dua hari kemudian gue kembali harus ngajar kelas tersebut, namun alangkah kagetnya gue mendengar kabar bahwa siswa hiper aktif dikelas gue itu telah meninggal dua beberapa jam yang lalu karena demam berdarah, Gue shock , badan gue gemetar, gue gak percaya , Bocah itu meninggalkan kami sekarang tidak ada lagi senyumnya yang selalu kami lhat, tidak ada lagi kejahilannya yang rupanya kami rindukan, tidak ada lagi wajah yang selalu bersembunyi di balik gorden kelas.
Selamat jalan Asmil Rahmat, gue akan selalu merindukan saat-saat memarahimu, gue akan selalu ingat senyummu, juga gerakan tidak jelasmu didalam kelas. bahkan wajah merahmu setelah keluar dari balik gorden,
Hari ini tepat 3 minggu kepergianmu dan entah kenapa gue gak pernah lupa menyebutkan namamu ketika mengabsen, gue selalu merasa kamu duduk manis di tempat dudukmu yang sekarang kososng, juga kertas jawabanmu yang bernilai 40 masih tersimpan rapi dimeja kerja gue !!
Selamat jalan adikku Berisitirahatlah yang tenang disana, kami selalu merindukanmu !!
Gertakan itu keluar dari mulut gue ditengah - tengah jam pelajaran, bocah itu membuat gue geram sedari tadi, entah apa yang ada di benaknya, keluar masuk ruangan kelas, mencolek teman disebelahnya, sambil sesekali bergumam dengan gerakan tidak jelas. untungnya gue salah seorang guru yang sabar disekolah itu, sebisa mungkin gue berusaha untuk tidak berlaku kasar kepada anak didik gue, karena gue tau kekerasan gak akan membuahkan apa- apa.
"Iya mam.. " jawaban singkat yang sudah puluhan kali kudengar dari mulutnya satu jam terakhir, dia tersenyum dan meyembunyikan wajahnya dibalik gorden yang menutupi jendela, gerakan itu adalah gerakan refleks yang sering dia lakukan, dengan cepat dia akan menarik ujung gorden dan menyembunyikan wajahnya dibalik benda itu setiap kali gue marah !!
" Mam Hukum saja dia, sudah anak cleaning service banyak gaya lagi !!"
Seorang bocah yang juga sahabatnya angkat bicara dengan nada sedikit marah.
"Huss !! Rangga , nggak boleh ngomong gitu !! "
Gue tahu bocah ini gak bermaksud mengejek hanya saja dia sudah merasa terganggu sedari tadi, dan yang membuat gue terngangah adalah sikap asmil yang biasa saja dengan hal itu, dia tersenyum ikhlas dengan ejekan sahabatnya. Memang benar ibu Asmil adalah salah seorang cleaning service di sekolah kami, walaupun begitu Gue gak pernah membeda-bedakan siswa gue, apapun latar belakang mereka, apapun profesi orang tua mereka, apapun agama mereka, bagi gue mereka semua sama.
55 menit sudah waktu berlalu, gue berdiri dan memeriksa tugas yang mereka kerjakan, semuanya lumayan hingga gue berhenti pada satu meja yang kertas jawabannya berisi coretan gak jelas, dari total 20 nomor tugas hanya sekitar 4 atau 5 soal yang ia kerjakan, sisanya coretan2 , tulisa2 gak jelas, dan benar saja pemilik kertas jawaban itu adalah Asmil, gue mulai naik pitam,
"Asmil, Apa ini? " Gue memperlihatkan kertas jawabannya, dia menunduk tidak menjawab,
" Sekarang ikut sm mam " Gue berjalan ketempat duduk gue, dia mengikuti dari belakang, gue kemudian menyuruhnya mengambil kursi dan duduk tepat disamping kanan gue, dia berjalan kembali ketempat duduknya, semua mata yang ada di kelas tertuju pada wajahnya, dia kembali memebenamkan wajahnya di balik gorden sebelum berjalan kearah gue
" duduk sini !! Tugasmu kerja sekarang, 10 menit harus selesai, kalau tidak jangan harap kamu naik kelas " Nada bicara gue sedikit tinggi kala itu, dia menunduk sambil mengangguk, kemudian mengerjakan tugas itu dengan tenang.
Lima menit kemudian, waktu mengajar sudah habis, semua kertas jawaban dikumpulkan , semua siswa mengerjakan dengan wajah puas kecuali bocah yang sedari tadi berkeringat disebelah gue, sejauh ini rupanya dia hanya mengerjakan sembilan soal, mau tidak mau dia harus puas dengan nilainya yang gue tahu gak akan lebih dari 50.
Dua hari kemudian gue kembali harus ngajar kelas tersebut, namun alangkah kagetnya gue mendengar kabar bahwa siswa hiper aktif dikelas gue itu telah meninggal dua beberapa jam yang lalu karena demam berdarah, Gue shock , badan gue gemetar, gue gak percaya , Bocah itu meninggalkan kami sekarang tidak ada lagi senyumnya yang selalu kami lhat, tidak ada lagi kejahilannya yang rupanya kami rindukan, tidak ada lagi wajah yang selalu bersembunyi di balik gorden kelas.
Selamat jalan Asmil Rahmat, gue akan selalu merindukan saat-saat memarahimu, gue akan selalu ingat senyummu, juga gerakan tidak jelasmu didalam kelas. bahkan wajah merahmu setelah keluar dari balik gorden,
Hari ini tepat 3 minggu kepergianmu dan entah kenapa gue gak pernah lupa menyebutkan namamu ketika mengabsen, gue selalu merasa kamu duduk manis di tempat dudukmu yang sekarang kososng, juga kertas jawabanmu yang bernilai 40 masih tersimpan rapi dimeja kerja gue !!
Selamat jalan adikku Berisitirahatlah yang tenang disana, kami selalu merindukanmu !!
Senin, 11 Mei 2015
"Hidup ini sulit kalau dipikirkan " kalimat sederhana namun memiliki makna yang dalam, iya sulit adalah kata yang seringkali kita dngar ketika seseorang mendefenisikan kehidupan, penyebabnya sebagian besar mungkin karena ekonomi, gaya hidup, atau bahkan pergaulan. setiap orang memiliki masalah yang berbeda beda dalam hidup, tidak ada manusia tanpa masalah namun cobalah sejenak untuk tidak memikirkan masalah tersebut, berikan sedikit dirimu waktu untuk tersenyum, setiap masalah akan ada jalan keluarnya, yakin dan percaya sebab sang pencipta mencintai kita dengan ujian serta kebahagiaan di akhirnyaaa..
Sabtu, 09 Mei 2015
Notes
Haayy haayy
siang semuanyaa have a beautiful sunday :)
Semoga minggu kalian menenangkan yaah guys, makassar lagi panas banget nih hari ini, mau keluar takut gosong, mau tidur takut tambah melar jadilah gue nangkring di meja server dan nulis ini sekarang. lumayan lama juga gue gak ngeblog maklum gue "wanita karir" yang sok sibuk Hahaha
Net lagi penuh sesak18 PC is on, yang main kebanyak bocah yang lagi ngisi hari libur, ruangan pengap, udaranya panas, 1 dari 3 buah kipas angin lagi gak berfungsi, sekarang gue lagi ngipas2 badan gue pake kardus, gue berasa ayam panggang -___-"
Aroma bakso lagi menggoda hidung gue sedari tadi, simas bakso yang dari tadi mondar mandir dihadapan gue nganter pesanan pun menggoda gue, simas pake modus biar gue terpengaruh kayaknya. tapi sayang niat gue sedang bulat dan kokoh untuk gak makan bakso hari ini.
Tiba2 muhlis masuk denagn semangkuk bakso telur pedes dengan extra bawang goreng kemudia duduk disamping gue, apaboleh buat niat kokoh gue terpatahkan ...
Yaa udah yaah ctatan gue sampe sini ajaa,,
mau maem dulu :D
siang semuanyaa have a beautiful sunday :)
Semoga minggu kalian menenangkan yaah guys, makassar lagi panas banget nih hari ini, mau keluar takut gosong, mau tidur takut tambah melar jadilah gue nangkring di meja server dan nulis ini sekarang. lumayan lama juga gue gak ngeblog maklum gue "wanita karir" yang sok sibuk Hahaha
Net lagi penuh sesak18 PC is on, yang main kebanyak bocah yang lagi ngisi hari libur, ruangan pengap, udaranya panas, 1 dari 3 buah kipas angin lagi gak berfungsi, sekarang gue lagi ngipas2 badan gue pake kardus, gue berasa ayam panggang -___-"
Aroma bakso lagi menggoda hidung gue sedari tadi, simas bakso yang dari tadi mondar mandir dihadapan gue nganter pesanan pun menggoda gue, simas pake modus biar gue terpengaruh kayaknya. tapi sayang niat gue sedang bulat dan kokoh untuk gak makan bakso hari ini.
Tiba2 muhlis masuk denagn semangkuk bakso telur pedes dengan extra bawang goreng kemudia duduk disamping gue, apaboleh buat niat kokoh gue terpatahkan ...
Yaa udah yaah ctatan gue sampe sini ajaa,,
mau maem dulu :D
Kamis, 30 April 2015
Selasa, 21 April 2015
sometimes I just wanna be a stranger :)
Aku terlelap di halaman tengah buku puisi
diantara aroma khas kertas yang sebelumnya adalah ayah sebuah pohon.
aku selalu merindukan aroma ini, aroma yang berbekas legam di ingatanku
aroma yang seringkali kunomor satukan dalam daftar belanja bulanan
Aku menamainya aroma buku baru.
Aku masih terlelap ketika seseorang memutarkan lagu klasik
Lagu yang memaksa mataku mendongkak meninggalkan kantuk yang meraja
bukan karena volume radio yang seperti hendak memecahkan gendang telinga
bukan pula karena suara lirih penyanyi nya yang indah dan menggoda
Suara yang masih selalu dinikmati meski raganya tak lagi di Bumi
Aku ingat lagu itu pernah kau nyanyikan pada sebuah acara porseni di sekolah,
aku tak pernah lupa, iyaa kala itu kita masih belia, kita bocah yang berlagak dewasa
sehingga dengan cerobohnya kita menyimpulkan sebuah rasa kemudian menamainya cinta.
Kau tahu di halaman tengah buku yang beraroma buku baru itu aku menemukan sepotong sajak
" Aku mencintaimu dan kaupun mencintaiku meskipun tidak setiap waktu"
pada sajak ini aku berhenti, seketika aku menyelami dahulu, hingga lelapku beradu dimatamu
Aku benci menjadi bayi kecil dipangkuan masa lalu
aku tak pernah suka dimanjakan kenangan
mungkin kamu juga begitu, kenangan kadang menjadi robot yang kaku
akupun tak suka kita sekaku robot, walau sebenanrnya kita adalah robot
aku yang sama, kau yang sama, jiwa yang sama, hari yang sama, dunia yang sama
yaaah.. kita adalah robot yang sama.
Di penghujung malam kala itu, sebagian orang senang menyebutnya dini hari
saat yang paling tepat untuk mengatakan selamat tinggal
seperti pohon yang menunggu angin mematahkan rantingnnya
aku tak pernah sanggup mengucapkan kalimat singkat itu
di sebuah buku puisi yang lain "Sapardi djoko Damono" mengatakan bahwa
"Kau tak perlu membedakan selamat datang dan selamat tinggal sebab keduanya tersirat dalam lambaian tangan "
Apa kau tauu,jangankan melambaikan tangan bahkan jemariku tak sanggup kugerakkan
Di ujung bibir pantai kala itu, ketika bibirku tak sanggup melepaskan kecupan bibirmu
kita seperti bulan purnama yang malu-malu,lagi dan lagi rasa yang ceroboh yang kita simpulkan sebagai cinta menjadi alasan untuk tak saling berjarak.
bayanganmu terlalu memukau, sekali lagi aku tak sanggup mengatakan selamat tinggal.
Setiap belukar yang dulu kita lewati, setiap jalan yang pernah kita tapaki
setidaknya adalah kebahagiaan ketika rasa yang ceroboh itu menyeruak dibatin kita
bahkan setangkai mawar yang kau berikan pada suatu hari yang mereka sebut hari kasih sayang
saat itu aku adalah langit dan bunga- bunga yang tak mampu menyamar dengan berubah warna.
terkadang aku hanya ingin menjadi orang asing bagimu
orang yang tak setiap saat akan kau ingat atau kau tatap
seperti poster pahlawan di dinding sekolah yang dipuja lalu di lupa.
The ghost of you _ Michael learns to rock menemaniku malam ini :)
Langganan:
Postingan (Atom)