Sabtu, 14 Juni 2014

Somai si penunda Lapar



Somai siapa yang tidak kenal cemilan yang terbuat dari campuran daging dan tepung kanji ini, rasanya yang gurih dan kenyal membuat kita merasakan sensasi yang nikmat di mulut. Di jawa panganan ini biasa di sebut pentol atau cilok dan cara memasakanya pun lebih bervariasi ada pentol goreng, pentol bakar dan pentol kukus seperti yang umum disulawesi atau yang biasa kita sebut somai.

Kalau ingat somai siang2 gini rasanya "Mouth watering" tiba2, alias "A'bebe", apalagi di tambah sambel kacang dan kecap nyaaamm.. nyaammm.. nyaaaamm.. !!!



Somai menjadi panganan wajib dan tidak jarang menjadi pengganti nasi di warnet ini, setiap hari sekitar jam 12 -1 belasan orang di net akan gelisah menantikan kehadiran mas somai yang unyuu', bukan karena naksir masnya tapi mereka tidak sabar menikmati somai yang dibawanya. Mas Somai yang unyu' pun tak pernah absen standbay di depan warnet, bahkan jika sehari saja si Mas terlambat datang mereka akan sedih dan galau berjamaah, sungguh suatu simbiosisi mutualisme yang sangat romantis " Terharu" (Hiks).




Yang membuat gue heran adalah dengan seporsi somai (Sekitar 2 atau 3 tusuk) Mampu membuat mereka kenyang selama 6-7 jam, ini sesuatu yang sangat mengherankan buat gue, bukan karena gue hobby makan tiap saat tapi ini memang gak masuk akal menurut gue, Bagaimana mungkin hanya dengan sekali makan somai, mereka bisa kenyang sampai selama itu, gue sempat berfikir kalau somai yang masuk di tubuh mereka tanpa melalui proses pengunyahan, artinya satu buah somai yang kira2 ukurannya sebesar bola pingpong langsung mereka telan bulat2 sehingga lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna somai tersebut dan effectnya adalah menimbulkan perasaan kenyang dalam jangka waktu yang lama. Setelah berfikir lagi sepertinya memang seperti itu kronologinya. :D 


Well, berkat somai Hidup rukun dan damai tetap terjaga, keharmonisan antar umat beragamapun semakin baik, dan monster tidak akan menyerang kota lagi.

Hidup mas somai...........!!!!! 
Hidup penikmat somai...!!!!!

*Jika lo bingung gue juga bingung :p


Jumat, 06 Juni 2014

Nostalgia :)

Ada banyak orang yang membenci gue di dunia ini, tidak sedikit juga orang yang tidak menginginkan gue terus bernafas gue tau itu, karakter gue yang keras dan terlihat antagonis membuat mereka membenci semua tentang gue, bahkan menjudge sebelum mengenal gue, yang berpura2 baik di depan gue banyak dan gak sedikit juga memaki gue di belakang.

Seorang teman KKN gue salah satunya, awalnya dia baik banget sama gue padahal kami bertemu hari itu pertama kali ketika akan berangkat ke lokasi kkn, gue yang cerewet dan gak neko2 merasa cocok sama dia yang periang, suppel dan juga lumayan banyak bicara, di bandingkan dua teman kkn gue yang perempuan yang pendiam dan penurut gue lebih suka dia yang blak2an dan sedikit gokil.

bulan pertama hubungan kami sangat baik, tinggal serumah, tidur dan makan bersama membuat kami cepat akrab satu sama lain, bahkan kami berdua selalu menggoda dan seolah memperebutkan koordinator desa kami yang lugu dan alim, kordes gue sosok pemimpin yang sangat religius setiap hari senin dan kamis beliau puasa dan hari senin dan kamis itu juga gue dan teman gue itu berebut untuk membuatkan makanan kordes untuk berbuka puasa, itu moment yang sangat lucu waktu itu.

Seminggu sebelum penarikan teman gue ini tiba2 mendiami gue, dia bersikap acuh dan gak perduli sama gue, entah apa masalahnya gue gak tau tapi yang jelas ada sesuatu dari gue yang membuat dia marah dan sangat membenci gue, gue yang merasa gak berbuat salah apa2pun bersikap biasa aja, dia acuh gue pun bisa acuh jadilah kami tak saling bicara, berkali2 kordes menasehati gue untuk melakukan pendekatan pada temen gue itu, kordes juga menyuruh gue introspeksi diri dan meminta maaf tapi emang dasar gue yang keras kepala dan gak merasa melakukan apa2 jelas menolak dan menentang keras masukan dari kordes bahkan gue sempat marah sama kordes yang seolah berpihak pada temen gue.
Itu bukan pertama kalinya kordes menasehati dan menceramahi gue, pernah suatu hari gue melempar seorang teman kkn gue juga kali ini seorang laki2, gue gak suka sama sikapnya yang waktu itu seolah ingin mengatur kami semua, demi kesenangan dia, gue juga gak suka dengan sikapnya yang seolah meremehkan orang lain, saat itu kordes juga sangat marah sama gue yang bersikap anarkis dan gak bisa mengendalikan emosi, saat itu kordes menasehati gue dengan sedikit geram tapi tetap gak gue perdulikan, temen gue itupun membenci dan mendiami gue untuk beberapa lama. gak cuma sampai disitu, seorang teman laki2 yang berbeda juga pernah gue siram gara2 gue kesel banget sama dia. yaah itulah gue, gue emang anarkis :)

Pagi hari ketika penarikan kami semua saling meminta maaf terutama gue yang banyak salah sama temen2 posko gue SPECIALLY yamg pernah gue sakitin, air mata gak terbendung kala itu, kebersamaan kami selama 2 bulan akan berakhir saat itu dan gue tau gue akan merindukan mereka semua.

Setahun setelah penarikan hubungan kami tetap baik kecuali temen pertama gue saat KKN, gue gak ngerti sama dia padahal hari itu kami sudah saling meminta maaf tapi sampai hari ini dia masih menjauhi gue, di BBM gue gak di gubris, pernah beberapa kali gue telfon tapi entah sengaja atau enggak dia gak menjawab telfon gue bahkan pernah di riject. Teman2 yang lain yang bahkan pernah gue lempar dan gue siram sekarang sudah bersikap biasa2 walaupun gue yakin sampai kapanpun mereka gak akan melupakan sikap kasar gue. tapi dia Yang gak pernag gue ngerti salah gue kenapa sampai sekarang masih membenci gue, apa emang salah gue teramat besar sama dia ?? entahlah gue gak pernah ngerti,  Gue pengen banget ketemu sama dia , pengen banget gue bertanya salah gue apa?  dan meminta maaf atas apa yang udah gue lakuin ke dia.

Hari ini gue nulis ini karena sekarang gue lagi kangen banget sama mereka, gak sengaja air mata ini netes waktu buka2 foto2 kkn ... I MISS THEM SO MUCH


























Sampai kapan?

Sudah sangat banyak air mata yang tertahan di pelupuk mata ini, bukan tanpa sengaja, air mata itu sengaja tak kutumpahkan. bukan agar terlihat kuat, ataupun terlihat tabah tetapi untuk meyakinkan diri ini bahwa aku tidak dalam kondisi sengsara.

Letih rasanya hati ini menanti tetapi raga ini tetap ingin disini, kenapa?? apa ini disebut membohongi hati sendiri?? untuk apa?? untuk harapan besar yang sudah sangat lama tertanam disana?? ataukah untuk angan yang sudah sangat banyak sehingga tak tega untuk di lepaskan??

Aku benci untuk mengingat dan meratapi semua ini, tak jarang jiwa ini meronta, berteriak sakan ingin bebas, BEBAS.... LEPAS... tapi sekali lagi raga ini menolak berusaha untuk tenang dan mengatakan semua akan baik2 saja, Sementara aku tau semua tidak sedang baik.




Minggu, 01 Juni 2014

Surga kecilku

kadang rasanya gue ingin pergi dari sini,pergi jauh, pergi dari orang2 sekitar gue, entah kenapa gure selalu merasa bosan dan jenuh dengan hidup gue. Sempat gue menghujat diri sendiri yang tak pandai bersyukur dengan apa yang gue punyakan tentang kepedulian, kasih sayang atau kebebasan, bagi gue semua itu cukup keluarga, sahabat, dia.. Mereka selalu ada. Entahlah gue suka sendiri, dan menyepi.

Waktu kecil di sekolah gue suka merhatin temen2 main dari kejauhan, Di rumah gue suka duduk di depan pintu belakang, kadang mama nanya ngapain disitu dan jawaban gue selalu " gak ada apa2" . Entahlah gue juga gak tau pastinya kenapa gue sangat suka berada disana sendirian.  ketika sedang sendiri gue kadang berimajinasi berada di suatu tempat yang jauh sebuah tempat yang tenang seperti pedesaan, gue kemudian terbayang Kebun kakek di pelosok sulawesi tengah sana, Sampai sekarang gue mash ingat dengan jelas tempat itu setelah 15 tahun terakhir kali gue kesana. ribuan pohon jeruk tumbuh dan mengelilingi rumah kakek disaana, dua buah kolam ikan di halaman rumah, sungai yang sangat jernih di belakang rumah, Letaknya yang berada di tengah gunung membuatnya sangat sepi, hanya sekitar dua atau tiga rumah yang jaraknyapun lumayan berjauhan dari rumah kakek yang kadang menjadi tempat silaturahmi mereka ketika jenuh dengan kesendirian. Setiap kali kakek datang kerumah gue pasti merengek ke kakek untuk ikut jika kakek kembali ke kebun, dan kakek dan nenek yang sangat menyayangi gue tentu saja sangat senang dan mengizinkan gue ikut, entah kenapa gue suka berada disana, walau hanya ada dua sosok orang tua yang sudah sangat berumur yang gue lihat tiap hari tapi gue bahagia, gue lebih suka ikut bersama kakek menangkap ikan daripada main boneka2an bersama teman2, gue lebih senang ikut nenek memetik jeruk dari pada main petak umpet bersama teman2. gue suka mengejar ayam, menangkap capung, Manjat pohon jambu dan mandi di sungai.

 15 Tahun yang lalu kakek meninggalkan kami semua karena sakit, tempat yang gue anggap surga itupun menjadi neraka, tak ada lagi kebahagian jika gue kesana, kalau gue ingat tempat itu air mata gue gak berhenti mengalir, perlahan keinginan gue untuk kesana semakin sedikit dan akhirnya hilang. tidak lama setelah kakek meninggal kebun itu kemudian di jual. gue pengen menyepi tapi gue gak tau harus kemana, beberapa tahun belakangan ini gue selalu ingin kesana, mengunjungi kembali surga kecil di masa kecil gue tapi tak ada lagi. entahlah gue tetap berharap suatu hari bisa kesana mencari sosok kakek yang setiap pagi mendorong gue di atas gerobak kayu bersama buah jeruk yang manis, kemudian menangkap ikan di kolam dan memaksa beliau memanjat pohon kelapa untuk cucunya yang nakal.

I miss u kakek, Sampai ketemu di Kebun  :)