Jumat, 24 Oktober 2014
Ada yang datang pelan-pelan menjelma menjadi semilir angin meniupkan helai rambutku setiap saat, memberikan kedamaian di setiap kekeringan di siang hari kerontang, saat dia datang rasanya hari begitu panjang, malampun seakan enggan untuk datang. Cukup lama kau memanjakanku dengan hembusan hangatmu sampai suatu hari malam2 tiba2 datang tanpa tanda, semilir angin yang dulu menggoyangkan setiap dedauanan bersama resahku kini perlahan menghilang, malam rasanya tak kunjung habis sekarang, ada banyak radasia yang malam torehkan dalam kisahku, malam mengerti segalanya bagaimana aku mengejakan setiap keresahan di dalam pekatnya, juga setiap tetes airmata yang kemudian membasahi sudut gelapnya.
Sesekali kau kembali datang kali ini kau menjelma menjadi bintang, diam2 kuintip kau dari balik jendela kamar, sungguh indah kau berkerlap kerlip diatas sana, kali ini aku tak dapat merasakan kehadiranmu seperti hembusan angin tetapi aku mampu melihat terangmu yang menyilaukan kelamnya malam yang tak kunjung berkesudahan. kau datang dan pergi lagi dan tak tau kapan kembali, aku berharap malamku perlahan berubah menjadi terang melenyapkan kelam dan gelap perlahan kembali menjelma menjadi matahari.
Kali ini ada yang datang cepat, berkata dengan cepat, bertindak dengan cepat semua cara di lakukan dengan cepat begitupun perginya semua serba cepat.
Sesekali kau kembali datang kali ini kau menjelma menjadi bintang, diam2 kuintip kau dari balik jendela kamar, sungguh indah kau berkerlap kerlip diatas sana, kali ini aku tak dapat merasakan kehadiranmu seperti hembusan angin tetapi aku mampu melihat terangmu yang menyilaukan kelamnya malam yang tak kunjung berkesudahan. kau datang dan pergi lagi dan tak tau kapan kembali, aku berharap malamku perlahan berubah menjadi terang melenyapkan kelam dan gelap perlahan kembali menjelma menjadi matahari.
Kali ini ada yang datang cepat, berkata dengan cepat, bertindak dengan cepat semua cara di lakukan dengan cepat begitupun perginya semua serba cepat.
Senin, 20 Oktober 2014
Mencari pasangan itu memang bukan perkara yang mudah apalagi untuk menjalani hubungan yang serius, berhubung Allah menganugrahi gue wajah yang biasa2 saja gue pun mencari pasangan yang berwajah biasa, gue bukan orang yang suka menuntut apa2 dari pasangan, gue bukan orang yang suka mengekang atau melarang2, gue bahkan lebih senang kepada seseorang yang apa adanya, menjadi diri sendiri tanpa harus berusaha, berubah atau pun bersikap menjadi seperti orang lain.
Sudah banyak jenis cowok yang udah gue temui selama hidup gue, entah itu keluarga, temen, sahabat, mantan pacar bahkan yang gak gue kenal sekalipun diam2 gue ngebaca sifat, sikap dan karakteristik mereka, dan ternyata semuanya memiliki karakter yang berbeda. dari semua hasil analysa itu, gue belajar, gue memilah, menggabungkan, menghilangkan dan menambahkan ataupun mengurangi sendiri beberapa sifat yang menurut gue baik ataupun gak baik dan sesuai dengan kepribadian gue. Cukup sulit memang tetapi ini adalah sebuah usaha untuk menentukan orang seperti apa yang suatu hari kita inginkan untuk menjadi pasangan hidup kita kelak hingga hari tua.
Namun d balik semua itu gue sadar gue manusia biasa , seperti kodratnya manusia hanya bisa berencana apapun itu kemudian yang kuasalah yang akan menentukan orang seperti apa yang akan menemani sisa hidup kita kelak setidaknya kita bisa berusah mencari sosok seperti yang kita inginkan jika nanti ternyata Allah menunjukkan kita seseorang yang berbeda maka itulah orang yang terbaik yang Allah pilihkan.
Well sebenarnya dari semua itu gue cuma mendambakan seorang pasangan yang bisa dan mau menerima semua kekurangan gue, seseorang yang mau menjadi penyempurna kesalahan gue dan seseorang yang bisa dan selalu menjadikan gue sempurna dalam ketidak sempurnaan.
Sudah banyak jenis cowok yang udah gue temui selama hidup gue, entah itu keluarga, temen, sahabat, mantan pacar bahkan yang gak gue kenal sekalipun diam2 gue ngebaca sifat, sikap dan karakteristik mereka, dan ternyata semuanya memiliki karakter yang berbeda. dari semua hasil analysa itu, gue belajar, gue memilah, menggabungkan, menghilangkan dan menambahkan ataupun mengurangi sendiri beberapa sifat yang menurut gue baik ataupun gak baik dan sesuai dengan kepribadian gue. Cukup sulit memang tetapi ini adalah sebuah usaha untuk menentukan orang seperti apa yang suatu hari kita inginkan untuk menjadi pasangan hidup kita kelak hingga hari tua.
Namun d balik semua itu gue sadar gue manusia biasa , seperti kodratnya manusia hanya bisa berencana apapun itu kemudian yang kuasalah yang akan menentukan orang seperti apa yang akan menemani sisa hidup kita kelak setidaknya kita bisa berusah mencari sosok seperti yang kita inginkan jika nanti ternyata Allah menunjukkan kita seseorang yang berbeda maka itulah orang yang terbaik yang Allah pilihkan.
Well sebenarnya dari semua itu gue cuma mendambakan seorang pasangan yang bisa dan mau menerima semua kekurangan gue, seseorang yang mau menjadi penyempurna kesalahan gue dan seseorang yang bisa dan selalu menjadikan gue sempurna dalam ketidak sempurnaan.
Senin, 13 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
Kegalauan di Pagi hari
Pertanyaan gue pagi ini adalah, kenapa yang namanya ibu2 itu selalu ngomel??
Ngomel kayaknya udah jadi kebiasaan sekaligus hobby buat semua ibu2 di dunia gak terkecuali mama, Sumpah mama itu kalau udah ngomel mulutnya itu ibarat kalau kita naik sepeda motor dengan kecepatan 120km/jam, cepeet banget gerakannya, di rem pun susah, Dan pagi ini gue kena lagii -__-"
Ceritanya Semalam gue nonton drama korea sampe jam 4 subuh, Saking serunya nonton gue pun gak nyadar kalau ternyata udah jam segitu, jadilah gue telat tidur alhasil jam 8 mata gue masih merem , mama yang udah siap dengan hobbynya pun mendobrak pintu kamar gue dan mulai mengoceh dengan bahasa bugisnya. segala macam kalimat terlontar dari mulutnya yang pagi itu haram untuk mingkem. Gue yang masih tidur pulaspun Spontan berdiri dengan mata yang masih sangat berat untk di buka, lo bayangin lo tidur, terus tiba2 di guyur air seember, di jatuhin gerobakm batagor, di pukulin orang sekampung terus di lempar ketengah laut, kurang lebih itu yang gue rasain saat itu,
Hancuur pagi gue..,
Berantakan Mood gue..
Habis semangat gue..
Bunuh aja gue.. !!!
Status "Semoga hari ini lebih baik dri hri kemarin" pun gagal gue posting, Gak usah pake semoga bahkan sepagi inipun jawabannya udah terjawab.
Fix gue marah sama mama, jelas karena hari gue berantakan kalau aja dia gak ngomel dan mengagetkan gue yang sedang tidur gue gak akan semarah ini, oke gue cewek yang alim, baik, jujur dan bijaksana ini ngaku salah pas dibagian jam 8 belum juga bangun, tapi gak harus diperlakukan kayak gitu juga kan, pertama mama bisa ngomong baik2 , bangunin gue baik2, gak perlu ngagetin gue, dan juga gue bukan anak kecil lagi, gue gak ikhlas mendapatkan kalimat2 yang lebih cocok di tujukan keanak belasan tahun. Dari klarifikasi kejadian di atas jelas bangetkan kalau mama yang salah jelas banget kalau dia yang harus bertanggung jawab atas perasaan gue yang gak karuan pagi ini, dan gue memutuskan untuk ngambek titik!!
Ngomel kayaknya udah jadi kebiasaan sekaligus hobby buat semua ibu2 di dunia gak terkecuali mama, Sumpah mama itu kalau udah ngomel mulutnya itu ibarat kalau kita naik sepeda motor dengan kecepatan 120km/jam, cepeet banget gerakannya, di rem pun susah, Dan pagi ini gue kena lagii -__-"
Ceritanya Semalam gue nonton drama korea sampe jam 4 subuh, Saking serunya nonton gue pun gak nyadar kalau ternyata udah jam segitu, jadilah gue telat tidur alhasil jam 8 mata gue masih merem , mama yang udah siap dengan hobbynya pun mendobrak pintu kamar gue dan mulai mengoceh dengan bahasa bugisnya. segala macam kalimat terlontar dari mulutnya yang pagi itu haram untuk mingkem. Gue yang masih tidur pulaspun Spontan berdiri dengan mata yang masih sangat berat untk di buka, lo bayangin lo tidur, terus tiba2 di guyur air seember, di jatuhin gerobakm batagor, di pukulin orang sekampung terus di lempar ketengah laut, kurang lebih itu yang gue rasain saat itu,
Hancuur pagi gue..,
Berantakan Mood gue..
Habis semangat gue..
Bunuh aja gue.. !!!
Status "Semoga hari ini lebih baik dri hri kemarin" pun gagal gue posting, Gak usah pake semoga bahkan sepagi inipun jawabannya udah terjawab.
Fix gue marah sama mama, jelas karena hari gue berantakan kalau aja dia gak ngomel dan mengagetkan gue yang sedang tidur gue gak akan semarah ini, oke gue cewek yang alim, baik, jujur dan bijaksana ini ngaku salah pas dibagian jam 8 belum juga bangun, tapi gak harus diperlakukan kayak gitu juga kan, pertama mama bisa ngomong baik2 , bangunin gue baik2, gak perlu ngagetin gue, dan juga gue bukan anak kecil lagi, gue gak ikhlas mendapatkan kalimat2 yang lebih cocok di tujukan keanak belasan tahun. Dari klarifikasi kejadian di atas jelas bangetkan kalau mama yang salah jelas banget kalau dia yang harus bertanggung jawab atas perasaan gue yang gak karuan pagi ini, dan gue memutuskan untuk ngambek titik!!
Langganan:
Postingan (Atom)