Jumat, 27 Maret 2015

Notes

Seminggu terakhir gue dapat job buat ngegantiin salah seorang guru yang juga atasan gue buat ngajar disalah satu SMP yang notabene adalah salah satu sekolah terbaik di kabupaten gowa, dengan senang hati tawaran itu gue terima selain buat nambah pundi2 rupiah gue juga bisa lebih banyak belajar dan menambah pengalaman ngajar lagi

So Hari senin kemarin gue mulai,hari itu gue ngajar 3 kelas dari total 6 kelas yang akan gue eksekusi dalam seminggu ini, karena gue udah biasa ngajar di tempat kerja jadi nervous gak separah waktu pertama kali gue berdiri di depan siswa. Gue mulai seneng ngajar padahal cita2 jadi guru gak pernah terlintas dipikiran gue, mau gimana lagi hidup membawa gue kejalan ini dan ofcourse gue harus menikmatinya.

Gue baru sadar sekarang bahwa anak smp adalah usia paling menyebalkan, dikelas yang gue ajar sebagian besar siswa hanya datang buat main main, keluar masuk kelas, berkeliaran, ditambah jumlah mereka yang hampir mencapai 40 orang dalam satu kelas membuat gue kelabakan, mau gak mau gue harus merelakan suara indah gue berteriak tiap hari.

well, karena ditempat kursus bahasa inggris tempat gue kerja siswanya lagi libur setelah final, gue sekarang juga lagi libur 2 minggu, gue bisa bernafas lega setidaknya sore sampai malam gue gak harus ngajar lagi untuk 2 minggu kedepan.




Minggu, 22 Maret 2015

Kepada Sahabatku wanita tercantik Hari ini.

Kepada Sahabatku wanita tercantik Hari ini.

Kukatakan dia tercantik hari ini bukan berarti di hari lain dia tak cantik, hanya saja hari ini aku melihat sisi cantik yang lain dari dirinya, seperti biasa ada banyak senyum yang ditawarkan diwajahnya setiap kali kami bertemu, aku tak tahu sejak kapan dia suka tersenyum, bahkan untuk hal2 yang menurutku tak membutuhkan senyuman dia tetap saja menyumbangkan senyum dari ujung bibirnya, tidak jarang sahabat yang lain mengatakan dia "Gila" saking seringnnya tersenyum.

Hari ini dia kembali menghujaniku sejuta senyum, karena cukup lama kami tidak saling bertemu cukup banyak pula cerita-cerita yang saling kami utarakan bersama, seperti air yang sudah lama tertampung dan memaksa untuk keluar bersamaan pada saat yang sama, segelas jasmin tea cukup mampu menjadi jeda disetiap akhir cerita yang tertuang satu persatu.

Tapi itulah dia, Sebanyak-banyaknya senyum yang ia tawarkan dia tetap saja tak mampu menyembunyikan sesak hatinya yang luka,ada bulir airmata yang memaksa keluar dari sudut matanya, aku melihat bulir2 itu memasrahkan diri jatuh ke pipinya, airmata kepedihan, airmata kekecewaan, airmata kegelisahan, airmata kepasrahan, airmata yang tak tahu harus berbuat apa, airmata yang kembali disebabkan oleh perih yang sama, duka yang sama, luka yang sama dari orang yang sama !!!

Sahabatku orang yang sangat mencintai, beberapa kali kulihat dia mengorbankan dirinya,menjatuhkan dirinya, menghempaskan dirinya kepada orang yang dicintainya, bagi sebagian orang sahabatku adalah orang yang tolol dan dibutakan perasaan abstrak bernama cinta, sebagian mengatakan sahabatku diperalat, sebagian lagi mengatakan sahabatku diperbodoh, disisi lain aku berfikir mereka hanya tak tahu rasanya mencintai !!!

Hari ini bersama airmatanya yang jatuh sahabatku membuat sebuah tembok yang kokoh didirinya, tembok itu dibangunnya bersama janji, sumpah, serapah, kutukan, niat dan harapan bahwa dia tidak akan kembali terjatuh kelubang pedih yang sama. Diujung kalimatnya bibirnya bergetar, aku tahu ada hal yang menentang hatinya, ada kerinduan yang tertahan, ada rasa kecewa yang sangat dalam, jika saja bahagia masih berpihak seperti hari kemarin, dia menyela airmatanya dengan doa.. !!!

Sungguh sahabatku orang yang sangat mencintai, tak pernah ada kebencian meski bibirnya mencacii ataupun menyumpahi, sahabatku wanita yang penuh kasih, sungguh sahabatku hanya ingin bahagia diujung kisahnya bersama orang yang sama !!!

Untuk sahabatku yang tercantik hari ini, tidak banyak yang bisa kukatakan padamu, kau tahu aku tak sepandai dirimu menghibur orang yang kesedihan, Aku tak selihai dirimu yang mampu membuatku tertawa dalam beberapa detik. Namun sahabatku aku selalu punya bahu yang siap kau sandari jika kau tersedu, aku selalu punya telinga yang siap mendengarkan keluh kesahmu, aku selalu punya tangan yang sigap memapah ketika kau mungkin akan terjatuh, aku selalu punya telapak tangan yang ikhlas menghapus airmatamu.

Sudahlah....Hidup terus berjalan !!!

*Catatan ini aku tulis ketika lagu Move on dari Soujah mengalun indah disudut kamarku

Sabtu, 14 Maret 2015

Who wants to be a teacher ?

Jadi Guru itu ternyata gak segampang yang gue bayangin, nyesel gue selama jadi siswa gak pernah nurut sama guru, dulu waktu sekolah udah nulis pas guru lagi ngedikte aja gue udah merasa jadi murid yang paling rajin sedunia, gue ngerasa udah menjalani kewajiban gue sebagai seorang siswa yang rajin, asal udah nulis ya udah si guru mau ngomong apapun gak akan gue perduliin, bebusa bebusa dah tuh mulut, Bodo Amat !!!

Sekarang gue kena karma, pas ngajarin siswa yang bandelnya luar biasa, nggak merhatiin pelajaran, kerjaannya main, pengen gue mutilasi tuh anak terus gue bakar sekalian sekolahnya.. !!

Setiap orang itu punya kepribadian yang beda2 ada yang rajin, ada yang malas, ada yang penurut ada yang membangkang, sayangnnya disetiap kelas yang gue ajar 80 persen pemalas dan pembangkang, tapi sebagai guru yang baik gue harus menjadi tauladan buat anak didik gue, gue harus memberikan contoh yang baik, bersikap ramah dan menasehati selalu jadi jurus andalan gue walau kadang2 diselingi dengan sedikit cubitan ringan, jambakan pelan, tamparan halus dan tendangan lembut... :D

Kalau udah kelabakan menghadapi siswa yang bandel gue negerasa pengen balik lagi kemasa sekolah, duduk paling depan, nyatet semua pelajaran, merhatiin guru, gak ngegosip, gak ngemil pas lagi belajar dan berbuat baik kepada sesama umat beragama,, walaupun jelas itu bukan gue banget setidaknya gue gak akan mendapatkan karma kejam kayak gini.

Buat kalian yang pengen jadi guru sebaiknya diinget2 dulu kalau kemarin kalian termasuk anak yang membangkang siapin aja fisik dan mental kalian menghadapi karma, tapi tenang kalau kalian sudah terlanjur membangkang selama sekolah dulu gue punya cara yang bisa sedikit membantu,kalian dateng ke guru kalian terus sungkeman, minta maaf jangan lupa bawah oleh2 dengan begitu setidaknya efek karma itu akan sedikit berkurang. Just try this !! Okee